Melalui Redenominasi, APBN Bisa Dihitung Pakai Kalkulator

Melalui Redenominasi, APBN Bisa Dihitung Pakai Kalkulator

- detikFinance
Kamis, 05 Agu 2010 14:46 WIB
Kuta - Rencana redenominasi nilai rupiah disambut baik oleh kalangan para akuntan. Karena dengan penyederhanaan nilai nominal rupiah, maka pencatatan akuntansi termasuk juga APBN akan lebih sederhana dan bisa dihitung dengan kalkulator.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao menyebutkan terdapat 2 keuntungan redenominasi rupiah. Pertama, akan mempermudah perhitungan APBN.

"Pertama, APBN jauh menjadi lebih sederhana karena dengan APBN yang sudah Rp 1.000 triliun sudah tak bisa lagi menggunakan kalkulator paling canggih sekalipun di toko," ujarnya ketika ditemui di sela Pertemuan Akuntansi se-ASEAN, Hotel Santika, Kuta, Bali, Kamis (5/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hekinus menyatakan dengan begitu, perhitungan APBN di DPR bisa dihitung bersama-sama dengan kalkulator biasa, tanpa perlu menggunakan program Microsoft Excell karena tidak semua bisa mengoperasikan program tersebut.

"Jadi bisa lebih simpel dong. Bisa pakai kalkulator pasar atau handphone. Jadi redenominasi itu tidak mengkhawatirkan bagi APBN. Meskipun ada tambahan sen, itu tidak masalah karena sen itu hanya keputusan, mau dimasukkan atau tidak karena hanya satu rupiah saja. Bahkan Amerika punya dime selain sen, mereka oke oke saja. Secara akuntansi pun tidak masalah, APBN bisa diubah kapan pun tanpa ada masalah. Memang seharusnya seperti itu," ujarnya.

Keuntungan kedua, lanjut Hekinus, redenominasi ini akan membuat mata uang rupiah tidak terlalu jauh disetarakan dengan mata uang lain di ASEAN, misalnya Singapura yang jumlah nolnya sedikit.

"Padahal pada tahun 1967 pernah juga dilakukan (redenominasi) di Indonesia dan nggak ada masalah. Kalau sanering itu sekitar tahun 1959/1960, itu baru susah," kenangnya.

Hekinus akui memang akan ada sedikit masalah psikologis, tetapi bisa diantisipasi dengan cara komunikasi yang baik. "Psikologi mungkin iya, tapi bagaimana mengominasikannya," pungkasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads