Demikian disampaikan Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution diΒ sela-sela mengikuti retreat di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8/2010).
"Studi itu paling lambat sampai akhir tahun, paling lambat kalau bisa lebih cepat. Setelah studi itu dalam rangka studi itu kita akan bicarakan dengan pemerintah dan DPR," jelas Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah tinggal kebijakan sosialisasinya bagaimana, untuk ke daerah bagaimana, tinggal metode bagaimana menyosialisasikannya," imbuh Darmin.
Jika DPR menyetujui rencana redenominasi ini dan selanjutnya disepakati masuk dalam RUU Mata Uang, maka BI akan langsung melanjutkannya dengan sosialisasi. Rencananya, BI akan memanfaatkan kantor-kantornya di daerah untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh.
"Kita kan punya kantor di daerah, mereka bisa berfungsi melakukan sosialisasi sehingga tak perlu kita harus dari Jakarta pergi ke daerah," urainya.
Setelah sosialisasi, BI akan melanjutkannya dengan transisi dengan mencetak uang baru dengan nominal yang lebih kecil. Proses pencetakan uangnya sendiri tidak berbeda dengan yang biasa dilakukan BI tiap tahun.
"Kita kan tiap tahun menarik uang lusuh, rusak, kita cetak. Namun mulai 2013 akan dicetak uang yang baru. Tetapi itu bertahap, 3 tahun perhitungan kita semua uang lama (ditarik). Tidak ada tambahan," imbuh Darmin.
BI memang menargetkan redenominasi rupiah akan tuntas pada 2022. Mengacu pada pengalaman sejumlah negara, redenominasi diprediksi memakan waktu selama 10 tahun. (qom/dnl)











































