BI Tuntaskan Studi Redenominasi Rupiah Akhir 2010

BI Tuntaskan Studi Redenominasi Rupiah Akhir 2010

- detikFinance
Kamis, 05 Agu 2010 14:54 WIB
BI Tuntaskan Studi Redenominasi Rupiah Akhir 2010
Bogor - Bank Indonesia (BI) akan menyelesaikan studi redenominasi atau penyederhanaan nilai tukar rupiah pada akhir 2010. BI akan melanjutkannya dengan sosialisasi mulai awal tahun 2011.

Demikian disampaikan Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution diΒ  sela-sela mengikuti retreat di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8/2010).

"Studi itu paling lambat sampai akhir tahun, paling lambat kalau bisa lebih cepat. Setelah studi itu dalam rangka studi itu kita akan bicarakan dengan pemerintah dan DPR," jelas Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin menegaskan, pada garis besarnya, studi soal redenominasi itu sudah selesai. Yang tersisa adalah pembahasan mengenai sistem informasi perbankan dan sosialisasinya.

"Ini sudah tinggal kebijakan sosialisasinya bagaimana, untuk ke daerah bagaimana, tinggal metode bagaimana menyosialisasikannya," imbuh Darmin.

Jika DPR menyetujui rencana redenominasi ini dan selanjutnya disepakati masuk dalam RUU Mata Uang, maka BI akan langsung melanjutkannya dengan sosialisasi. Rencananya, BI akan memanfaatkan kantor-kantornya di daerah untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh.

"Kita kan punya kantor di daerah, mereka bisa berfungsi melakukan sosialisasi sehingga tak perlu kita harus dari Jakarta pergi ke daerah," urainya.

Setelah sosialisasi, BI akan melanjutkannya dengan transisi dengan mencetak uang baru dengan nominal yang lebih kecil. Proses pencetakan uangnya sendiri tidak berbeda dengan yang biasa dilakukan BI tiap tahun.

"Kita kan tiap tahun menarik uang lusuh, rusak, kita cetak. Namun mulai 2013 akan dicetak uang yang baru. Tetapi itu bertahap, 3 tahun perhitungan kita semua uang lama (ditarik). Tidak ada tambahan," imbuh Darmin.

BI memang menargetkan redenominasi rupiah akan tuntas pada 2022. Mengacu pada pengalaman sejumlah negara, redenominasi diprediksi memakan waktu selama 10 tahun. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads