"Terus terang saja agak mengganggu, tapi mudah-mudahan ini dapat diatasi dengan baik," kata Menkop UKM, Syarif Hasan, di Istana Bogor, Bogor, Kamis (5/8/2010).
Menurutnya, gangguan yang terjadi sebatas pada dampak psikologis di masyarakat. Ada kecemasan terkait belum dipahaminya secara benar apa yang dimaksud dengan redominasi (penyederhanaan nominal uang) dan perbedaannya dengan tindakan sanering (pemotongan nilai uang).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia menegaskan, sejauh ini pemerintah tidak pernah membahas rencana melakukan redominasi dalam waktu dekat. Terkait gangguan psikologis yang terjadi, menurut Syarif, pemerintah tidak dalam posisi untuk menegur BI atau mengambil langkah intervensi terhadap rencana itu.
"Kalau baru mau dilakukan 10 tahun lagi, kan tak perlu dipublish ke masyarakat. Masih wacana, belum jelas kan? Sesuatu yang belum jelas diputuskan tidak perlu disampaikan," sambung politisi dari PD ini.
(lh/dnl)











































