juta termasuk bunganya.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Kepala BP Migas Hardiono Wakil di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Jumat (6/8/2010).
"Dana dari pengadaan barang dan jasa yang melalui bank BUMN hingga Juni bank-bank BUMN US$ 5,47 miliar atau sekitar Rp 50 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat bank BUMN yang dimaksud adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).
"Itu merupakan setoran dari 21 wilayah kerja. Tiap satu wilayah kerja kan ada satu KKKS," ujarnya.
Ia mengatakan, dana ini dapat diputar kembali untuk mendorong usaha minyak dan gas di Indonesia melalui biaya dan proses sederhana yang cepat dan cicilan bunga yang kompetitif dibandingkan dengan bank swasta.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, dari jumlah transaksi yang dilakukan sejumlah perusahaan migas itu yang paling besar terdapat di Bank Mandiri. Jumlahnya sekitar US$ 3,83 miliar di semester I-2010.
"Kita itu memang transaksi di sektor migasnya paling tinggi diantara bank BUMN lainnya," kata Riswinandi usai menandatangani perjanjian kredit.
Menurutnya, selain dari Bank Mandiri sebagai induk usaha, Bank Syariah Mandiri juga turut menyumbang transaksi migas sebanyak US$ 300,38 juta dari total seluruh transaksi.
(ang/qom)











































