Demikian disampaikan Direktur Utama Peruri Juniho Jahja saat ditemui dalam BUMN Award di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Jumat (6/8/2010) malam.
"Itu bagus, kan saat ini Peruri juga masih under capacity. Kita pun akan siap mengedarkan uang baru di 2012. Nanti uang lama ditarik secara perlahan-lahan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa naik dua kali lipat, dari yang saat ini under capacity," jelasnya.
Peruri pun tidak masalah, jika nantinya mencetak mata uang dengan nominal yang lebih kecil. Berbentuk uang kertas atau logam, Peruri sanggup menyediakan sesuai dengan order BI.
"Logam nggak masalah. Lagi pula nantinya, mata uang sen bisa juga dalam bentuk kertas juga kan. Sampai saat ini produksinya kita hanya 40% dari kapasitas. Untuk uang kertas kita bisa mencetak 7,2 miliar notes per lembar kertas," ucap Juniho.
BI memang berencana melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.
BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. BI menargetkan pada tahun 2022 proses redenominasi sudah tuntas.
(wep/dnl)











































