PNM juga berhasil mencatatkan laba bersih pada semester I-2010 sebesar Rp 12 miliar. Perseroan optimistis laba sampai akhir tahun dapat mencapai Rp 16 miliar.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PNM Parman Nataadmadja usai penanatanganan pinjaman dengan BTN di Gedung BTN, Harmoni, Jakarta, Senin (09/08/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia optimistis laba pada semester II-2010 bisa tumbuh hingga mencapai Rp 16 miliar. "Hal ini dikarenakan pada semester II-2010 ada nya puasa dan lebaran. Jadi kredit bisa terus tersalurkan hingga target di akhir tahun sebesar Rp 1,4 triliun dapat tercapai," jelas Parman.
Untuk outstanding kreditnya sendiri, Parman melanjutkan, PNM telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,2 triliun kepada 27.000 nasabah. "Di akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai 30.000 nasabah," ungkap Parman.
Untuk mendukung ekspansi bisnisnya, Parman mengatakan sudah ada dua bank yang siap memberikan pinjaman. Antara lain PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan The Hongkong And Shanghai Bank Corporate Plc (HSBC).
"BTN kan sudah saat ini Rp 100 miliar, rencana dan waktu dekat dengan HSBC sebesar Rp 200 miliar. Itu digunakan untuk menyalurkan kredit juga melalui ULaMM," katanya.
Lebih lanjut Parman mengatakan, suku bunga ULaMM sendiri sangat kompetitif jika dibandingkan dengan BPR yang jauh lebih tinggi.
"Suku bunga kita saat ini rata-rata berada di kisaran 0,9% sampai 1,4% per bulannya dan itu jauh di bawah BPR. Maka kita optimistis PNM akan terus tumbuh mengembangkan usaha mikro di seluruh daerah," tutup Parman.
(dru/dnl)











































