Pada pertengahan tahun 2010, perbankan menargetkan kredit tumbuh sebesar 23,3% dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB). Angka itu berarti turun tipis jika dibandingkan RBB awal tahun 2010 sebesar 24,8%.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad mengatakan turunnya proyeksi kredit disebabkan karena turunnya target kredit valas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Padahal, sesuai RBB pada awal tahun, perbankan optimistis kredit valas bisa tumbuh kurang lebih sebesar 19%. Sedangkan untuk kredit rupiah, Muliaman menuturkan target pertumbuhannya tidak jauh berbeda dengan di awal tahun yakni sebesar 24,2%.
"Secara keseluruhan kredit ditargetkan tumbuh sebesar 23,3%," jelas Muliaman.
Namun Muliaman menilai secara keseluruhan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan masih relatif stabil.
"Saya masih melihat optimisme di awal tahun tetap terjaga sampai pada pertengahan tahun. Sehingga target awal 24% bisa dicapai," tuturnya.
Sampai dengan Juli 2010, kredit perbankan terus menunjukkan pertumbuhannya. Kredit di akhir 2010 tercatat sebesar 19,6%. Angka tersebut sedikit lagi menyentuh batas bawah target yang ditetapkan Bank Sentral yang sebesar 20%. Seperti diketahui BI sendiri memproyeksikan kredit tumbuh di kisaran 20%-22% di 2010.
(dru/qom)










































