Robert Tantular Curhat Diperlakukan Lebih Kejam dari Teroris

Robert Tantular Curhat Diperlakukan Lebih Kejam dari Teroris

- detikFinance
Selasa, 10 Agu 2010 15:10 WIB
Robert Tantular Curhat Diperlakukan Lebih Kejam dari Teroris
Jakarta - Mantan pemilik Bank Century Robert Tantular berkeluh kesah soal proses penangkapannya oleh pihak kepolisian. Robert mengatakan saat ditahan di Mabes Polri, dirinya diperlakukan lebih kejam dari teroris.

Dikisahkan Robert, penangkapan terhadap dirinya oleh polisi dilakukan 25 November 2008 saat dirinya sedang berada di kantor. Dia ditangkap saat sedang bertemu dengan seorang investor mengenai pembelian saham Bank Century.

"Tanggal 25 November 2008 saya ditangkap di kantor. Di depan saya ada investor yang mau masuk Bank Century. Jadi saya suruh dia pindah ruangan," jelasnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, (10/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Robert mengatakan, setelah penangkapan tersebut, dirinya dibawa ke kantor Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan. Kemudian dia menjalani masa tahanan di sel tahanan Mabes Polri.

"Awalnya sel tahanannya biasa, ada kasur dan toilet, pintu dari pelat besi dan tidak dikunci jadi bisa mondar-mandir keluar. Saya sekamar dengan tersangka kasus judi di Hotel Sultan Raymond Teddy Horhoruw. Sampai 23 Februari 2009 saya dipanggil Susno (Duadji) dan saya dimaki-maki soal Bank Century. Lalu saya diisolasi," katanya.

Dalam masa isolasi, teman satu sel Robert dipindakan. Bahkan kursi hingga tempat tidur diambil dari sel tersebut.

"Barang-barang saya dipindahkan, tidak ada kasur. Pengacara dan keluarga tidak boleh bertemu. Lalu pada 25 Maret 2009 saya dipindahkan ke Kejaksaan Agung. Itu aneh, harusnya kita mengendepankan azas praduga tak bersalah. Teroris saja tak sampai diisolasi," tukasnya.

Robert mengatakan, saat bertemu Susno, dirinya dituduh melarikan uang Rp 13 triliun, namun hal ini ditampik oleh Robert. Kalau punya 13 triliun saya bayar aja ke Bank Century yang gagal kliring saat itu

Sementara mengenai hubungannya dengan 2 pemilik asing yaitu Hesham Al Raffat dan Rafat Ali RIzvi, Robert mengaku tidak mengenal kedua orang tersebut bahkan jarang sekali bertemu denan keduanya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads