Bank Muamalat Incar Pembiayaan Rp 14,9 Triliun Pasca Rights Issue

Bank Muamalat Incar Pembiayaan Rp 14,9 Triliun Pasca Rights Issue

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2010 14:57 WIB
Bank Muamalat Incar Pembiayaan Rp 14,9 Triliun Pasca Rights Issue
Jakarta -

PT Bank Muamalat Tbk bidik pembiayaan Rp 14,9 triliun di tahun 2010 pasca penerbitan saham baru (rights issue). Posisi rasio kepemilikan modal (CAR) perseroan saat ini 15%.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (10/8/2010).

"Modal ini akan digunakan untuk mendukung program penguatan infrastruktur, layanan dan jaringan, serta upaya pencapaian target ekspansi pembiayaan hingga Rp 14,9 triliun tahun ini," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, setelah menggelar rights issue beberapa waktu yang lalu, rasio kecukupan modal perseroan saat ini menjadi 15%. Perseroan mendapat dana segar Rp 673 miliar dari penjualan 579.000 lembar saham.

"Existing shareholders telah membeli 579.000 lembar saham dengan nilai Rp 673 miliar”, ujarnya.

Ia mengatakan, modal itu juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi informasi yang dilakukan pada tahun ini seperti penambahan ATM, kapasitas core banking, kualitas jaringan serta penambahan berbagai aplikasi yang menunjang produk ritel.
Untuk program ini, bank syariah ini mengalokasikan dana yang diperoleh melalui rights issue hingga 40%.

Hingga Juli 2010, perseroan mencatat pertumbuhan aset dari Rp 14,8 triliun ke Rp 16,5 triliun (yoy). Meningkatnya ekspansi pembiayaan telah mendongkrak Financing to Deposit Ratio (FDR) dari 90,2% ke 103,7%, dengan rasio Non Performing Financing (NPF) Net di posisi 3,9%.

Akhir tahun 2010, bank swasta itu membidik total aset Rp 19,6 triliun atau tumbuh 21% dari posisi Desember 2009 dan DPK mencapai Rp 15,6 triliun atau tumbuh 17%.

Dalam jangka menengah, Bank Muamalat akan memfokuskan diri pada sektor ritel sehingga porsi pembiayaan ritel ditargetkan akan mencapai 57% dari total portfolio pembiayaan. Sedangkan dana ritel ditargetkan mencapai kurang lebih 60% dari total DPK.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads