Pencairan Pinjaman BRI Meningkat 22% Jelang Ramadhan

Pencairan Pinjaman BRI Meningkat 22% Jelang Ramadhan

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2010 16:06 WIB
Pencairan Pinjaman BRI Meningkat 22% Jelang Ramadhan
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat pencairan pinjaman menjelang puasa dan bulan Ramadhan mencapai Rp 1,5-2 triliun, meningkat 20-22% dibandingkan posisi tahun lalu.

"Pijaman komersial dari nasabah baru, ataupun lama yang mencapai tambahan," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (10/8/2010).

Peningkatan pinjaman di perusahaan pelat merah ini mencapai 20-22% dibandingkan tahun lalu, atau mencapai Rp 1,5-2 triliun. Naiknya pencairan pinjaman diprediksi karena jelang puasa ini banyak nasabah BRI yang berbelanja, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri ataupun bisnisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Outstanding kita naik jelang puasa ini. Transaksi kita juga mencapai 1,7 juta transaksi per hari," papar Ali.

Hal yang sama juga terjadi pada penarikan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Setiap harinya di wilayah DKI Jakarta, satu unit ATM perseroan melakukan transaksi penarikan rata-rata hingga Rp 107 juta.

"Dari seluruh ATM yang ada di DKI, total Rp 107 miliar. Nasabah lebih memilih membawa duit banyak-banyak dari sini," ucap Kepala Divisi Operasional BRI, Triana.

"Penarikan yang paling besar di (ATM) wilayah Tanah Abang, mencapai Rp 400 juta. Kita isi pagi, sore harus isi lagi. Ini jadi indikasi, jelang puasa ekonomi bergerak," tegasnya.

BRI juga menyediakan pecahan mata uang kecil sekitar Rp 30 miliar bagi nasabahnya, jelang Ramadhan. "Uang receh untuk penuhi kebutuhan di Jabodetabek. Yang tepat adalah penarikan uang dan minta uang baru. BRI tidak melayani penukaran," kata Ali.

Bank Indonesia (BI) juga mengajak perseroan bersama bank BUMN lain seperti BNI dan Bank Mandiri untuk mendirikan pos-pos penukaran keliling. "Tapi itu BI, kita kerja sama buka pos mobile," imbuh Triana.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads