"Uang palsu dari tahun ke tahun terus menurun. Pecahan yang paling banyak dipalsukan yakni Rp 50.000," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, S Budi Rochadi di Kantor Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/08/2010).
Setelah pecahan Rp 50.000, uang pecahan kedua terbanyak adalah Rp. 100.000. Menurut Budi, pada tahun 2008 tren uang palsu yakni ada 9 lembar dari setiap 1 juta lembar uang asli. Di tahun 2009, menjadi 8 lembar setiap 1 juta lembar. "
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan, biasanya tren uang palsu yang meningkat menjelang lebaran. Namun, BI sudah melakukan antisipasi dengan terus meningkatkan security feature dari sebuah uang.
"Ada biasanya (peningkatan uang palsu) jelang lebaran. Namun sejak tahun ke tahun terus diantisipasi dengan menambah security feature," tuturnya.
(dru/qom)











































