Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/08/2010).
"Tahun lalu itu banyak berita mengenai peredaran uang jelang lebaran dimana masyarakat sampai mengantre dari pagi hingga tengah malam," ujar Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah menginstruksikan melakukan penyebaran uang kecil dengan jangkauan lebih luas. Layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket penukaran uang di kantor BI dan dilokasi lainnya juga bekerjasama dengan instansi pemerintah seperti PT KAI, pengelola jalan tol seperti di rest area," tutur Budi.
Nasabah yang ingin menukarkan uangnya, sambung Budi tidak perlu lagi mengambil uang di bank untuk ditukarkan ke BI. "DI seluruh bank sudah bisa menukarkan pecahan uang kecil tanpa batasan," jelasnya.
"Dulu kan nukar uang dibatasi sekarang tidak lagi, mulai minggu ini sudah semua lokasi tidak akan ada pembatasan minimum. Berapapun tukar uang boleh saja," imbuh Budi.
Apalagi saat ini frekuensi kegiatan kas keliling ditingkatkan juga. Budi menuturkan, telah dilakukan perluasan area layanan kas keliling antara lain kepada retailer, pengelola jalan tol, masyarakat umum, dilokasi keramaian seperti pasar tradisional, mall, terminal, stasiun, pelabuhan dan tempat keramaian lainnya.
Budi juga mengatakan, Bank Indonesia akan terus beroperasi atau buka sampai dengan tanggal 8 September 2010 atau H-2 menjelang Idul Fitri. Dan akan buka kembali pada 14 September 2010.
Pada bagian lain, Budi mengatakan jumlah persediaan uang di perbankan sendiri per 10 Agustus 2010 sebesar Rp 44,61 trilun atau meningkat 8,65% dibandingkan dengan persediaan uang jelang lebaran tahun lalu yang hanya sebesar Rp 41,06 triliun.
(dru/qom)











































