BI Siap Diskusikan Redenominasi Rupiah dengan Pemerintah

BI Siap Diskusikan Redenominasi Rupiah dengan Pemerintah

- detikFinance
Kamis, 19 Agu 2010 08:43 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) siap membicarakan rencana redenominasi rupiah dengan pemerintah. Bank sentral hanya tinggal mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut bersama pemerintah.

"Studi akan terus dilakukan, tetapi kita akan siap minta waktu untuk bicara dengan pemerintah," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/08/2010).
 
"Jadi ini (redenominasi) masih berupa sebuah rencana dan memang belum pasti dilakukan jadi kita harus membicarakan dengan pemerintah dalam hal ini Presiden RI dan Menteri Keuangan. Tinggal mencari waktunya saja," tambah Budi.

Jika pemerintah setuju, lanjut Budi maka akan ada studi kembali dalam bentuk finalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika pemerintah oke, maka akan ada studi lagi dan nantinya target kapan dilakukan tahapan selanjutnya akan  tergantung pada pemerintah," jelasnya.

Tahapan selanjutnya yakni dilakukan sosialisasi yang melibatkan pemerintah dan Bank Indonesia. Walaupun masih menunggu waktu yang tepat, Budi mengatakan sebenarnya setiap dua bulan sekali bank sentral mempunyai agenda bersama pemerintah untuk membahas secara rutin mengenai kondisi makro ekonomi. Dari forum tersebut, sambung Budi bisa saja dilakukan pembicaraan.

"Namun belum dijadwalkan untuk membahas redenominasi," tuturnya.

Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100  miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. Redenominasi diharapkan bisa tuntas pada tahun 2022.



(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads