Penundaan Lelang Aset Benua Indah Bikin Dirut Bank Mandiri Pusing

Penundaan Lelang Aset Benua Indah Bikin Dirut Bank Mandiri Pusing

- detikFinance
Kamis, 19 Agu 2010 11:02 WIB
Penundaan Lelang Aset Benua Indah Bikin Dirut Bank Mandiri Pusing
Jakarta - Lelang aset Benua Indah Group (BIG) pada 6 Agustus 2010 terpaksa ditunda karena ada permintaan dari salah satu investor untuk meriset ulang area perkebunan milik debitur bermasalah PT Bank Mandiri Tbk ini. Atas penundaan lelang yang selalu berulang menjadikan Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini pusing.

"Pusing kepala kita. Dari yang kemarin tidak jadi dilaksanakan karena kebun dihalang-halangi terus sama pemiliknya. Segala macam alasannya," ujar Zulkifli di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said Jakarta, Rabu (18/8/2010) malam.

Rencana Bank Mandiri melelang aset Benua Indah Group (BIG) pada 6 Agustus 2010 kembali tertunda. Kali ini alasannya adalah salah satu investor yang meminati BIG, ingin meriset ulang aset. Bagi Zulkifli, hal ini hanya alasan yang dibuat manajeman BIG agar pelelangan kembali gagal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya pun belum bisa memastikan jadwal terbaru atas lelang BIG yang senilai Rp 480,7 miliar.

"Kami tunggu peminat saja. Kita cek dulu siapa yang berminat. Yang kemarin-kemarin alasan mereka saja. Aneh, kebun harusnya cepat kalau ingin dijual. Orang berebut cari lahan untuk kebun. Ini malah ditunda-tunda. Mereka (investor) diganggu sama manajemen," ungkap Zulkifli.

Keluhan yang serupa dinyatakan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi. Menurutnya, dari beberapa kali lelang yang diagendakan, investor yang berminat berganti. Namun penundaan selalu terjadi karena berbagai alasan dari investor yang bersangkutan.

"Kebetulan untuk beberapa kali. Ada aja yang lakukan upaya. Kami ingin secepatnya, lihat situasi. Target tahun ini bisa selesai," katanya.

Sementara itu, debitur lain yakni Domba Mas Group hingga kini masih menyelesaikan proses pemenuhan kesepakatan dalam Sale dan Purchase Agreement.

"Kesepakatan dengan investor yang sedang berjalan saat ini adalah pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif lainnya, mengingat utang Domba Mas yang sudah macet selama ini," ucap Zulkifli.

Untuk utang Garuda Indonesia, berupa MCB senilai Rp 1,018 triliun, sebanyak 5% sudah dibayar tunai. Sisanya dikonversi menjadi saham sebanyak 10,16% dan akan dilepas saat Garuda listing di bursa.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads