Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono menjelaskan blue print tersebut berisi visi dan misi yang digunakan sebagai acuan industri perbankan nasional.
"Perbanas akan membuat buku putih mengenai cetak biru perbankan nasional yang berisi visi dan misi perbankan," ujar Sigit dalam Buka Puasa Bersama Anggota IBI dan Perbanas di Hotel Four Seasons,Kuningan, Jakarta, Kamis (19/08/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, lanjut Sigit dalam pembentukan cetak biru tersebut akan ada tanggung jawab lebih dari semua kalangan agar mengacu kepada buku tersebut. "Jika kita melihat zaman Soeharto lalu ada yang namanya pacto, deregulasi, dan sampai bank-bank kecil saja dianggap pedagang kelontong," tuturnya.
Ditambah, sambung Sigit perbankan nasional semakin menyempit karena kepemilikan asing yang dapat mencapai 99%. "Maka dari itulah cetak biru diperlukan dan akan disumbangkan menjadi produk supaya bisa dijadikan acuan," papar Sigit.
Lebih lanjut Sigit mengharapkan semua pihak tidak hanya kalangan perbankan sampai kepada DPR dapat membantu bersama menyusun cetak biru tersebut.
(dru/dnl)











































