Agus Marto Tutup Mulut Soal Redenominasi

Agus Marto Tutup Mulut Soal Redenominasi

- detikFinance
Jumat, 20 Agu 2010 09:57 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku belum siap untuk membahas wacana redenominasi bersama Bank Indonesia (BI). Bahkan pemerintah tidak memberikan opini sama sekali mengenai redenominasi mata uang rupiah yang menjadi fokus bank sentral di bawah kepemimpinan Darmin Nasution tersebut.

"Kami belum mendengar dan mengkaji itu jadi saya tidak bisa memberikan opini apapun," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui usai acara Buka Bersama IBI dan Perbanas di Hotel Four Seasons, Kuningan, Kamis Malam (19/08/2010).

Padahal sebelumnya, bank sentral telah menyatakan siap untuk membicarakan rencana redenominasi rupiah dengan pemerintah. Bank sentral hanya tinggal mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut bersama pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan pemerintah, Agus sama sekali tidak menanggapi permintaan bank sentral tersebut. "Saya belum bisa katakan siap atau tidak, saya belum bisa katakan apa-apa," ujarnya.

Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong.

Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100Β  miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi.

Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. Redenominasi diharapkan bisa tuntas pada tahun 2022.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads