"Kita mungkin akan ambil antara Rp 3-6 triliun, itu ekuivalen. Prosesnya sudah jalan cukup jauh," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/08/2010).
Agus menuturkan, untuk jumlah pastinya masih harus menunggu kesepakatan dan finalisasi perhitungan. "Tapi secara dokumen penunjukkan sudah final. Selain itu mengenai underwriter (penjamin emisi) juga masih dalam tahap negosiasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah telah menerbitkan surat utang berdenominasi Yen ini sebesar 35 miliar Yen dengan tenor 10 tahun dan kupon 2,73%.
Sementara itu, Japan Bank for International Corporation (JBIC) sendiri memberikan plafon penerbitan Samurai Bond kepada pemerintah Indonesia sebesar US$ 1,5 miliar.
Untuk tahun 2011 sendiri, Agus menjelaskan pemerintah belum membuat perencanaan mengenai rencana utang luar negeri. "Kita masih mencari alternatif pembiayaan. Belum ada diskusi RAPBN 2011," tuturnya.
(dru/dnl)











































