Pengusaha Berharap Besar dari Darmin

Pengusaha Berharap Besar dari Darmin

- detikFinance
Rabu, 01 Sep 2010 16:50 WIB
Pengusaha Berharap Besar dari Darmin
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dilantik Darmin Nasution menjadi harapan bagi pengusaha untuk menekan bunga kredit yang tinggi. Terutama untuk kredit investasi dan modal kerja.

"Harapan kepada Pak Darmin adalah bagaimana mendorong perbankan menawarkan bunga terjangkau agar sektor riil bisa terpacu kembali," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa melalui siaran persnya, Rabu (1/9/2010).
 
Ia  menilai Darmin merupakan sosok yang tepat untuk melakukan terobosan di tengah kebekuan peranan bank sentral dalam mendorong pertumbuhan sektor riil.

Erwin menambahkan  BI juga memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi di Tanah Air. Diantaranya mendorong bunga kredit yang kompetitif dan tak memberatkan pelaku usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pengusaha berpendapat tingginya bunga kredit investasi dan modal kerja dibandingkan konsumsi, berdampak pada  masyarakat jauh lebih konsumtif dibandingkan produktif.

Hal ini karena tawaran bunga kredit sektor konsumsi lebih sangat rendah dibandingkan kredit investasi dan modal kerja.

Dikatannya sosok  Darmin merupakan pribadi  yang progresif dan memiliki kemampuan melakukan terobosan-terobosan dalam menyelesaikan persoalan penting di sektor keuangan.

"Saya kira Pak Darmin punya cara dan banyak keberanian melakukan terobosan seperti di Dirjen Pajak lalu," ucap Erwin.

Ia juga  mendukung wacana pembatasan kepemilikan asing di sektor keuangan terutama perbankan. Bahkan Erwin mendorong anggotanya atau investor lokal untuk masuk ke sektor keuangan.

Menurutnya  kepemilikan asing di industri perbankan telah melebihi 55% baik melalui kepemilikan langsung maupun melalui bursa. Kondisi ini membuat bunga kredit sulit turun sebab tersandra oleh kepentingan dan kepemilikan asing.

"Kita dorong anggota HIPMI atau investor lokal untuk masuk ke sektor ini, supaya sektor keuangan ini lebih bersahabat dengan dunia usaha dan kita semakin berdaulat," paparnya.


 

 

(hen/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads