"Harapan kepada Pak Darmin adalah bagaimana mendorong perbankan menawarkan bunga terjangkau agar sektor riil bisa terpacu kembali," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa melalui siaran persnya, Rabu (1/9/2010).
Ia menilai Darmin merupakan sosok yang tepat untuk melakukan terobosan di tengah kebekuan peranan bank sentral dalam mendorong pertumbuhan sektor riil.
Erwin menambahkan BI juga memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi di Tanah Air. Diantaranya mendorong bunga kredit yang kompetitif dan tak memberatkan pelaku usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini karena tawaran bunga kredit sektor konsumsi lebih sangat rendah dibandingkan kredit investasi dan modal kerja.
Dikatannya sosok Darmin merupakan pribadi yang progresif dan memiliki kemampuan melakukan terobosan-terobosan dalam menyelesaikan persoalan penting di sektor keuangan.
"Saya kira Pak Darmin punya cara dan banyak keberanian melakukan terobosan seperti di Dirjen Pajak lalu," ucap Erwin.
Ia juga mendukung wacana pembatasan kepemilikan asing di sektor keuangan terutama perbankan. Bahkan Erwin mendorong anggotanya atau investor lokal untuk masuk ke sektor keuangan.
Menurutnya kepemilikan asing di industri perbankan telah melebihi 55% baik melalui kepemilikan langsung maupun melalui bursa. Kondisi ini membuat bunga kredit sulit turun sebab tersandra oleh kepentingan dan kepemilikan asing.
"Kita dorong anggota HIPMI atau investor lokal untuk masuk ke sektor ini, supaya sektor keuangan ini lebih bersahabat dengan dunia usaha dan kita semakin berdaulat," paparnya.
(hen/dro)











































