Dalam rapat Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, dan Badan Pusat Statistik, Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis menegaskan inflasi yang diasumsikan pemerintah pada 5,3-5,4% merupakan sesuatu yang berarti. Dia menyampaikan inflasi bisa ditekan hingga 4,9-5%.
"Tidak ada kemajuan dari inflasi kalau 5,3-5,4 kesepakatan kita 4,9-5%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SBI 6,2-6,5 trennya menurut saya tidak menunjukkan kemajuan, harusnya lebih rendah, itu baru menunjukkan effort pemerintah. Saya minta kepada Pak Darmin, inflasi harus diturunkan dan SBI. Kalau ingin mendorong sektor riil bergerak. Kami sengaja pilih Bapak untuk menurunkan itu," tegas Harry.
Harry juga meminta agar Pemerintah dan BI bisa memanfaatkan hot money bagi pembangunan. "Alangkah indahnya bisa membangun jembatan di Batam dengan hot money," ujarnya.
Dengan begitu, Harry menyatakan target pertumbuhan bisa dikoreksi menjadi lebih tinggi.
"Ketika kondisi normal singapura 18,8%, Hongkong 6,5% ada yang lucu, mereka bisa jumping hebat, sementara kita tidak. Apakah kita ini kemudian, karena digoyang oleh ekonomi dunia, saya meminta pertumbuhan ekonomi harus bisa 6,3-6,5% tapi tidak menambah inflasi. Jadi pertumbuhan ekonomi tidak harus menaikkan inflasi. Selama ini, teori kita kan pertumbuhan naik,inflasi naik kan ya Pak Darmin," ujarnya.
Menanggapi tekanan-tekanan dari Harry, Darmin hanya menanggapi dengan santai sambil terkekeh-kekeh khas seorang Darmin Nasution.
Â
Â
(nia/dro)











































