Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani ketika ditemui di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/9/2010).
"Ada beberapa calon investor, tapi ini baru calon, belum serius sekali. Karena mereka membeli bank ini kan bukan seperti membeli sebuah barang yang mudah. Mereka sudah melakukan penjajakan, ketemu, nanya-nanya bagaimana perkembangan bank ini. Kemudian kapan sesuai ketentuan yang berlaku LPS harus menawarkan bank ini ke calon investor," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Calon investor lokal juga ada yang tanya-tanya tapi belum menjajak serius. Artinya sudah minta waktu untuk melakukan bincang-bincang, jadi baru menyatakan berminat tapi, ya mungkin masih tunggu waktulah mereka kapan mereka akan mulai masuk," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner LPS Rudjito mengatakan saat ini kondisi Bank Mutiara semakin membaik.
Saat ini asetnya sudah positif Rp 8 triliun, padahal sebelum diambil LPS, bank ini merugi hingga Rp 7 triliun, dan sekarang sudah memperoleh laba Rp 500 miliar.
(dnl/dro)











































