Menurut Sekretaris Perusahaan Arief Mulyadi, target itu ditetapkan dengan asumsi PNM mendapatkan tambahan modal sebesar Rp 900 miliar pada pertengahan tahun 2011.
"Harapan kami diterima dalam bentuk penyertaan modal negara. Namun keputusannya diserahkan ke pemegang saham," ujar Sekretaris Perusahaan Arief Mulyadi saat dihubungi detikFinance, Jumat (17/9/2010).
Arief menjelaskan multiplier effect atas pembiayaan yang diberikan kepada 2,1 juta UMK adalah penyerapan tenaga kerja sebesar 5,5 juta tenaga kerja dan lebih terjaminnya kesejahteraan lebih dari 20 juta jiwa yang menjadi tanggungan bagi tenaga kerja dan UMK tersebut.
"Target tersebut ditetapkan berdasarkan kajian dan rencana bisnis yang dilakukan PNM guna mengupayakan terpenuhinya tambahan modal PNM sesuai dengan modal dasar pada saat didirikan," jelasnya.
Untuk mengembangkan jangkauan layanannya ke seluruh provinsi Indonesia, PNM berencana untuk menambah kantor layanannya menjadi 2.300 kantor layanan di 33 provinsi.
Tambahan modal tersebut, imbuh dia, akan digunakan sebagai padanan sumber dana pinjaman komersial dari bank komersial dan pasar modal untuk mendukung aktivitas bisnis utama PNM saat ini yang ditopang oleh layanan pembiayaan dan jasa manajemen untuk usaha mikro kecil melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
Hingga Agustus 2010, sejak percontohan UlaMM sebanyak 12 unit di semester II-2008, saat ini PNM telah mengoperasikan 263 ULaMM yang melayani 1.100 kecamatan di 18 provinsi, serta melayani 30.000 nasabah dengan pencairan pembiayaan lebih dari Rp 1,8 triliun.
Keberhasilan ULaMM sebagai penggerak utama transformasi PNM mengakibatkan terus meningkatnya laba PNM, dan meningkatnya kepercayaan perbankan dan investor untuk menempatkan dananya ke PNM, sehingga per Agustus 2010 telah dihimpun dana dari berbagai sumber termasuk perbankan dan pasar modal sebesar Rp 1,8 triliun.
Sampai saat ini, nasabah yang dibiayai oleh UlaMM rata-rata mengalami perkembangan usaha, berupa peningkatan penjualan (omzet) sebesar 32,4%, bertambahnya tenaga kerja sebesar 27,345%, dan peningkatan aset 25,22%.
"Dengan demikian nampak bahwa pemberdayaan UMK yang dilaksanakan oleh PNM telah berhasil meningkatkan kapasitas usaha UMK dan meningkatkan penyerapan lapangan kerja," paparnya.
(epi/dnl)











































