SBY: Masih Banyak Orang Taruh Uang di Bawah Bantal

SBY: Masih Banyak Orang Taruh Uang di Bawah Bantal

- detikFinance
Senin, 27 Sep 2010 10:36 WIB
SBY: Masih Banyak Orang Taruh Uang di Bawah Bantal
Jimbaran - Presiden SBY mengungkapkan jika saat ini masih banyak masyarakat yang tidak terbiasa dan nyaman menggunakan layanan perbankan modern. Banyak masyarakat yang masih suka menaruh uang di bawah bantal dan kaus kaki.

Padahal SBY mengatakan, jika menggunakan layanan perbankan modern seperti yang saat ini sudah banyak digunakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maka akan mendorong perekonomian Indonesia.

"Tidak semua orang merasa nyaman untuk menggunakan layanan perbankan modern. Banyak yang masih lebih suka menaruh uang mereka di bawah bantal atau ke kaus kaki atau celengan," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menyampaikan hal tersebut ketika membuka acara The 2010 AFI Global Policy Forum, Jimbaran, Bali, Senin (27/09/2010).

Menurut SBY, mengembangkan seseorang agar melek finansial adalah sama pentingnya dengan pengembangan kemampuan keuangan. "Sangat penting bahwa orang-orang diajarkan tentang pentingnya dan manfaat mengakses jasa keuangan," tutur SBY.

Maka dari itu, lanjut SBY, maka pada tahun 2008 pemerintash memperkenalkan sebuah kampanye nasional yang disebut 'Ayo Ke Bank'.

"Dan tahun lalu, kami meluncurkan kampanye lain pada tahun 2009 dengan slogan gunakan produknya, rasakan manfaatnya, pahami risikonya dan mempertimbangkan biayanya," kata SBY.

Dengan adanya program tersebut, sambung SBY sekitar US$ 6 juta per tahun dikirim kembali ke Indonesia dari jutaan TKI yang ada di luar negeri..

"Banyak orang Indonesia tidak terbiasa dengan layanan perbankan ketika mereka berada di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pola pikir tradisional sebenarnya dapat diubah seperti para TKI di luar negeri," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads