Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad ketika ditemui di sela acara The 2010 AFI Global Policy Forum, di Hotel Ayana, Jimbaran, Selasa (28/09/2010).
"Nasabah TabunganKu sudah mencapai 500.000, nah sampai awal tahun depan diperkirakan akan mencapai 1 juta akun," ujar Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini merupakan sebuah keberhasilan program pemerintah, BI dan industri perbankan," ungkap Muliaman.
Kedepan, BI bersama dengan beberapa pemerintah daerah akan menggerakan program menabung per masing-masing daerah. Produk TabunganKu terdiri dari 70 bank umum dan Bank Pembangunan Daerah, serta 910 BPR dan BPR Syariah.
BI berharap adanya TabunganKu bisa menggairahkan minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas perbankan.
"Sampai saat ini saving to GDP ratio kecil masih sangat kecil, nah on top nya jika kita buka dari gerakan menabung didaerah maka akses masyarakat kepada industri perbankan akan semakin terbuka," tukasnya.
TabunganKu merupakan produk tabungan tanpa biaya administrasi. Presiden SBY dalam peluncuran produk tersebut mengharapkan melalui TabunganKu, diperkirakan akan terjaring sebanyak 48 juta penabung tambahan dari masyarakat golongan menengah bawah.
Untuk diketahui, setoran awal pembukaan rekening TabunganKu di bank umum minimum Rp 20.000 sedangkan di BPR atau BPRS minimum Rp 10.000. Produk TabunganKu merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat guna memperoleh layanan yang semakin ringan biayanya di seluruh Indonesia.
(dru/qom)











































