Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad dan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (28/9/2010). Pemberian fasilitas kredit ini diberikan baik secara linkage maupun langsung.
Berdasarkan siaran pers yang dikutip detikFinance, fasilitas kredit diberikan kepada 1.000 plasma petambak binaan PT Bogatama Marinusa, BPR Mutiara Pesisir, BPR Pesisir Akbar, BPR Layar Berkembang, KUB Sinar Bahari, KUB Legundi, PT Deho Canning Company, dan CV Sumber Rejeki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilihan alternatif skim ini akan membantu dan memudahkan para pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan dalam memperoleh pembiayaan dari bank serta mendukung program dari KKP dalam memberdayakan usaha kelautan dan perikanan," ujar Gatot.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, selama ini kemiskinan masyarakat kelautan dan perikanan yang terjadi berakar pada keterbatasan akses modal, pasar, informasi, sarana, prasarana dan layanan sosial serta kultur kewirausahaan yang tidak kondusif.
Salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat kelautan dan perikanan adalah dengan mewujudkan seluruh kawasan potensi perikanan menjadi kawasan Minapolitan dengan usaha yang bankable.
Gatot menyebutkan outstanding KUR BNI khusus untuk sub sektor perikanan tangkap dan budidaya mencapai Rp 255 miliar sedangkan kredit sektor perikanan dan kelautan BNI di semua segmen korporasi, menengah dan kecil telah mencapai Rp 1,3 triliun per Agustus 2010.
(nia/dnl)











































