"Kalau memang betul sayang sekali, kita dalam proses pemulihan ekonomi, tidak akan semakin mudah. Perkembangan yang terjadi di AS dan Eropa bulan-bulan ini dan tahun depan masih berat. Perlu dukungan yang menyeluruh untuk sistem produksi, termasuk pembiayaan perbankan," tegas Mahendra saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Bahkan beban pengusaha, terutama dari eksportir kini masih bertambah seiring penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Disisi lain pelaku ekspor tersebut harus membayar bunga kredit untuk kepentingan ekspor, bahkan ini pun semakin tidak menguntungkan ditengah persaingan dunia yang semakin kompetitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu apa namanya, cuma coba-coba saja. Nggak usah terlalu khawatir (kenaikan suku bunga kredit), karena dia akan digiring oleh pasar kembali. Bunga tidak naik. Jika ada satu dua bank menaikkan, biasanya bank-bank swasta yang menaikkan beberapa basis poin. Sedangkan bank persero dan bank asing tidak menaikkan," ujarnya.
(hen/qom)











































