Demikian disampaikan Ketua Pansus RUU OJK DPR-RI Nusron Wahid kepada detikFinance di Jakarta, Senin (4/10/2010).
"Kami akan undang teman-teman wartawan pada saat berangkat nanti agar masyarakat tidak menyalahartikan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lagi searching di internet bagaimana studi bandingnya supaya tidak habis," papar Nusron.
Pada tahap I, negara Jerman dan Inggris yang dipilih karena negara ini sudah jauh lebih maju dari Indonesia. Tahap selanjutnya, negara Jepang dan Korea menjadi target studi anggota dewan.
"Jerman dan Inggris sudah pasti. Kalau Jepang dan Korea belum tentu. Untuk Inggris meskipun dia gagal dengan OJK, kita ingin tahu kenapa mereka bisa gagal. Apa karena tidak ada protokol koordinasi. Kita juga ingin lihat dimensi politik di sana," tegasnya.
(wep/dnl)











































