BI Akui Beri Izin Lippo Kuasai Bank Nobu

BI Akui Beri Izin Lippo Kuasai Bank Nobu

- detikFinance
Selasa, 05 Okt 2010 07:55 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui telah memberikan izin kepada perusahaan milik Lippo Grup yakni PT Kharisma Buana Nusantara (KBN) untuk menguasai 60% saham Nobu National Bank (Bank National Nobu).

"Iya, BI memang telah memberikan izin kepada perusahaan yang terkait Lippo Grup yakni PT Kharisma Buana Nusantara," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Selasa (05/10/2010).

Difi menuturkan izin tersebut memang sudah dikeluarkan sejak beberapa pekan lalu setelah melalui fit and proper test beberapa pekan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Kharisma Buana Nusantara merupakan anak usaha Grup Lippo yang dimiliki oleh Mochtar Riady bergandengan dengan Yantony Nio CEO Grup Pikko. Grup Lippo menguasai 60% saham di KBN, sementara 40% dikuasai Yantony Nio.

Dalam berita sebelumnya, disebutkan bahwa BI telah memberi izin kepada Pikko Group untuk mengakuisisi Nobu Bank. Direktur Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia Joni Swastanto memberikan konfirmasi saat ditanya wartawan apakah benar Pikko Group akan masuk ke Nobu Bank. Namun menurut kabar, dalam aksi ini Yantony bertindak atas nama pribadi dan tidak bertindak atas nama Grup Pikko.

Mochtar Riady sebenarnya merupakan 'pemain lama' di perbankan karena sudah berkecimpung sejak tahun 1954 ketika menduduki posisi Direktur di Bank Kemakmuran. Pada tahun 1989 Mochtar menduduki jabatan tertinggi di Bank Perniagaan dan mempunyai ide untuk melakukan merger dengan Bank Umum Asia. Dari merger tersebut lahirlah Bank Lippo dimana merupakan cikal bakal dari Lippo Grup.

Sampai pada tahun 1999, Mochtar Riady terpaksa harus melepaskan kepemilikan saham mayoritas di Bank Lippo kepada pemerintah terkait dengan rekapitulasi aset bank bermasalah. Namun, dirinya masih menjabat sebagai komisaris utama. Pada akhirnya, dalam RUPS PT Bank Lippo Tbk pada tahun 2005 Mochtar Riady resmi mengundurkan dari jabatan komisaris utama. Selama lima tahun vakum di industri perbankan akhirnya Mochtar Riady kembali menggeluti bisnis perbankan melalui Nobu Bank.

Presiden Direktur Lippo Group Theo Sambuaga dalam siaran persnya, Senin (4/10/2010) mengatakan dalam akuisisi tersebut, Lippo akan melakukan penambahan modal ke Nobu Bank. Lippo masuk melalui PT Kharisma Buana Nusantara (KBN) sebesar 60% dan 40% saham dimiliki Yantony Nio CEO Grup Pikko.

"Lippo akan berperan menjembatani pemodal yang tidak memiliki ide investasi dengan entrepreneur yang punya ide namun kekurangan modal. Pak Mochtar peduli melihat masih sulitnya pengusaha kecil mengakses modal. Bank Indonesia telah menyetujui investasi Pak Mochtar (Riady) dalam Nobu Bank," tutur Theo.

Terkait dengan kepemilikan 40% saham Nobu Bank oleh Pikko Grup, bank sentral tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads