Ini merupakan perubahan suku bunga pertama yang dilakukan Jepang sejak Desember 2008. Sejak waktu itu, Jepang menerapkan suku bunga di kisaran 0,1%.
Rapat BoJ juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah 0% hingga 0,1% itu hingga harga-harga mulai menunjukkan kestabilannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BoJ juga memutuskan untuk membuat kebijakan sementara yakni menyediakan dana hingga 5 triliun yen (US$ 60 miliar) untuk membeli aset-aset yang cukup bervariasi dari obligasi pemerintah, surat berharga negara berjangka pendek, surat-surat berharga komersil dan korporasi.
BoJ juga akan menerima 30 triliun yen dari aset-aset itu sebagai kolateral di bawah skema utang.
Keputusan itu langsung membuat bursa Jepang melonjak tajam. Indeks Nikkei-225 sempat menguat hingga 129,37 poin (1,38%) ke level 9.510,43.
"Ini adalah langkah mengejutkan yang positif," ujar Masumi Yamamoto, analis dari Daiwa Securities Capital Markets.
"Langkah-langkah tersebut lebih agresif dari yang diharapkan pasar. Keputusan BoJ mengejutkan dan akan memiliki dampak pada mata uang berkaitan dengan pesan yang disampaikan," jelas Naomi Hasegawa, analis dari Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip dari Reuters.
Langkah mengejutkan dari BoJ itu juga langsung membuat yen melemah atas dolar AS dan menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah. Dolar AS tercatat langsung menguat tajam ke posisi 83,99 yen sebelum akhirnya surut ke 83,85 yen.
Pemerintah Jepang sebelumnya sempat mengkhawatirkan penguatan yen yang tajam atas dolar AS, dan dianggap bisa melemahkan perekonomian Jepang mengingat negara tersebut sangat tergantung pada ekspor. (qom/dnl)











































