Ekses Likuiditas Rp 350 Triliun 'Berkeliaran' di Pasar Keuangan RI

Ekses Likuiditas Rp 350 Triliun 'Berkeliaran' di Pasar Keuangan RI

- detikFinance
Selasa, 05 Okt 2010 19:03 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencermati dana berlebih atau biasa disebut ekses likuiditas sampai dengan September 2010 masih sangat tinggi. Bank sentral mencatat ekses likuiditas sebesar Rp 350 triliun masih berada di pasar keuangan Indonesia.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (05/10/2010).

"Ekses likuiditas itu masih sangat tinggi di mana sebesar operasi pasar terbuka yang dilakukan BI. Terakhir itu mencapai Rp 350 triliun eksesnya nah kadang malah mencapai Rp 360-370 triliun," ujar Budi Mulya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan melimpahnya ekses likuiditas dikarenakan adanya aliran modal yang terus membanjiri Indonesia. "Jika dilihat, inflow datang akibat suku bunga yang menarik," katanya.

Dahulu sebelum adanya krisis suku bunga global secara rata-rata berada di atas 5,3%. Lalu, sambungnya, paska kolapsnya Lehman Brothers suku bunga global itu berada di 0,6%. "Maka menyebabkan sebuah kondisi di mana likuiditas mencari return yang menarik," jelasnya.

Ditempat yang sama, Gubernur BI Darmin Nasution menegaskan kebijakan moneter yang ada saat ini masih cukup untuk mengendalikan derasnya capital inflow berikut ekses likuiditas yang ada di pasar. Tetapi menurut Darmin, bank sentral mewaspadai terus derasnya aliran modal asing ke pasar domestik melalui kebijakan baru.

"Tetapi, kami masih menggodok terus (kebijakan lain), kami ikuti terus semua perkembangan ini," ujar Darmin. Namun dirinya belum memberikan gambaran bentuk kebijakan baru tersebut seperti apa.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads