BI : Kredit Konstruksi Menurun 1,5%

BI : Kredit Konstruksi Menurun 1,5%

- detikFinance
Minggu, 10 Okt 2010 17:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit sektor konstruksi masih tumbuh negatif selama tahun 2010. Sejak Januari 2010 sampai Agustus 2010 kredit sektor konstruksi hanya mencapai Rp 63,3 triliun atau masih tercatat minus 1,50% dibandingkan pada akhir Desember 2010 yang mencapai Rp 64,2 triliun.

"Pertumbuhan kredit sektor konstruksi masih minus 1,50% secara year to date. Tetapi secara year on year masih tetap tumbuh positif meskipun tipis yakni sebesar 0,6% atau tumbuh Rp 400 miliar jika dibandingkan dengan Agustus 2009 yang sebesar Rp 62,9 triliun," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (10/10/2010).

Dihubungi secara terpisah, Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhisadewa mengatakan pertumbuhan yang masih negatif pada kredit sektor konstruksi dikarenakan program pemerintah yang belum banyak jalan. "Hal ini membuat perusahaan swasta yang menggunakan bank juga mengurungkan niatnya. Karena proyek kosntruksi pemerintah memberikan multiplier efect terhadap swasta sehingga kredit masih tumbuh negatif," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menambahkan, biasanya yang masih mandek adalah beberapa proyek seperti pembangunan jalan tol dan proyek infrastruktur lain di bidang konstruksi. "Namun jika dilihat kredit konstruksi di bidang properti masih tumbuh dengan baik," katanya.

Selain itu, lanjut Purbaya, kredit sektor konstruksi merupakan kredit dengan tempo yang jangka panjang. Saat ini, menurut Purbaya bank lebih gemar memberikan kredit yang menggunakan tempo jangka pendek atau menengah.

Selain kredit sektor konstruksi, Difi juga memaparkan pertumbuhan negatif tercatat pada kredit konsumsi pada segmen kartu kredit. "Kartu kredit sampai Agustus 2010 pertumbuhannya masih minus 2,10% atau sebesar Rp 32,1 triliun jika dibandingkan pada Agustus 2009 yang sebesar Rp 32,8 triliun," ungkapnya.


(dru/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads