“Alhamdulillah sampai September Rp 7,663 triliun atau 58,84% dari target bawah,” ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/10/2010).
Mustafa menyatakan, pinjaman usaha dari pemerintah tersebut telah disalurkan kepada 3.279.764 nasabah yang tersebar di seluruh tanah air. Dari total penerima KUR tersebut, paling banyak diserap oleh para pelaku ekonomi yang bergerak di sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 66% serta sektor pertambangan, pertanian dan industri pengolahan sebesar 17% .
“Sementara jika dilihat berdasarkan wilayah, KUR ini paling banyak dikucurkan di Jawa Timur sebesar 13,5% dan paling rendah di Maluku Utara 0,6%,” paparnya.
Mustafa mencatat, penyaluran KUR terbesar dilakukan melalui kredit mikro dan retail Bank BRI. Untuk kredit mikro BRI menyalurkan sebesar Rp 3,653 triliun ke 3.154.968 nasabahnya, sedangkan untuk kredit retail Rp 2,928 triliun ke 43.610 nasabahnya.
Posisi kedua ditempati Bank Mandiri yang tercatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp 1,114 triliun ke 40.612 nasabahnya. Diikuti Bank BNI yang sudah menggelontorkan Rp 829,996 miliar ke 14.306 nasabahnya.
“Bank Bukopin, BTN, kemudian Bank Syariah Mandiri tersebar hampir rata,” tambahnya.
(epi/ang)











































