Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui pesan elektroniknya di Jakarta, Selasa (19/10/2010).
"Selama sepekan atau periode 11-15 Oktober 2010 Dana Pihak Ketiga (DPK) naik Rp 3,46 triliun hingga menjadi Rp 2.132,83 yang antara lain disebabkan masih berlanjutnya inflow uang kartal ke sistem perbankan. Kenaikan DPK tersebut berasal dari DPK rupiah yang naik Rp 6,44 triliun, sedangkan DPK valas turun Rp 2,98 triliun," jelas Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tertinggi pada kelompok bank persero sebesar Rp 6,8 triliun. Sedangkan DPK rupiah kelompok bank kantor cabang bank asing (KCBA) dan BPD mengalami penurunan masing-masing Rp 6,67 triliun dan Rp 1,79 triliun," paparnya.
Untuk DPK valas (non rupiah) tercatat naik pada KCBA dan bank campuran. Difi mengatakan kenaikan tertinggi pada kelompok bank campuran Rp 540 miliar. Sedangkan 3 kelompok bank yang lain swasta, persero, dan BPD mengalami penurunan.
"Jika dilihat per komponen, tabungan, dan deposito mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp 40 miliar dan Rp 8,68 triliun. Sedangkan giro turun Rp 5,26 triliun. Sementara itu, pangsa DPK valas terhadap total DPK perbankan sedikit lebih besar dari pangsa kredit valas yakni tercatat sebesar 16,26%, sedangkan pangsa DPK rupiah sebesar 83,74%," ungkapnya.
Kenaikan DPK yang lebih tinggi, menurut Difi menyebabkan LDR perbankan sedikit turun dari 77,03% menjadi 76,95%.
(dru/dnl)











































