IMF lebih mengarahkan BI untuk menyerap capital inflow melalui instrumen moneter jangka menengah dan jangka panjang.
Demikian disampaikan oleh Direktur IMF untuk Departemen Asia dan Pasifik Anoop Singh di sela acara Seminar Internasional bertajuk Rethinking Macroeconomics and Financial Policies di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anoop menuturkan, untuk saat ini bank sentral sudah bekerja cukup baik dalam mengelola capital inflow.
Pada kesempatan yang sama Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmojo mengatakan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatur derasnya capital inflow.
Antara lain, Ardhayadi memaparkan melakukan pengetatan kontrol likuiditas dan mengaturnya untuk mengurangi gejolak inflow. "Seperti yang dilakukan Bank Indonesia yakni kebijakan one month holding period," jelasnya.
Kemudian, lanjut Ardhayadi menggunakan kebijakan capital control dalam mengatur inflow dan mengurangi tekanan transaksi mata uang valas di bank.
"Serta salah satunya dengan mengenakan pajak kepada capital inflow seperti yang dilakukan Brazil dan Thailand," tukasnya.
(dru/dnl)











































