"Kita mendapatkan dana yang dari pemerintah untuk FLPP sebesar Rp 1,7 triliun sampai Desember 2010 untuk rumah subsidi di seluruh Indonesia," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro ketika ditemui di sela acara Seminar Internasional BI di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
Ia mengatakan, dengan adanya FLPP tersebut BTN menargetkan dapat melakukan pembiayaan rumah bersubsidi sebanyak 70 ribu rumah sampai akhir Desember 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Iqbal mengatakan, FLPP juga menjadi solusi dalam menjawab kesenjangan dana yang sering terjadi selama ini dalam pembiayaan perumahan melalui skim KPR.
"Ini karena penempatan dana dalam skim FLPP disesuaikan agar fully match dengan jangka waktu KPR yang diberikan dengan maksimal 15 tahun. Skim FLPP akhirnya juga mendorong terciptanya besaran suku bunga yang relatif rendah," tegasnya.
"Hal Ini karena dana pemerintah yang ditempatkan di Bank BTN untuk skim FLPP diberikan bunga yang sangat rendah. Dengan cost of fund atau biaya dana yang sangat murah, dipastikan suku bunga KPR bagi masyarakat akan sangat rendah. Dari komposisi yang ada, FLPP dapat menekan suku bunga KPR menjadi 8,15% fixed rate selama jangka waktu kredit," imbuh Iqbal.
Skim FLPP sebenarnya ditetapkan oleh Menpera, di mana sambung Iqbal akan memberikan banyak kemudahan karena menggunakan dana APBN. Salah satunya yakni jangka waktu subsidi yang lebih panjang dengan suku bunga lebih rendah yang berlaku fixed rate selama masa kredit.
"Harga rumah bebas dengan kredit sesuai batas maksimal KPR yang diberikan. Secara umum masyarakat banyak diuntungkan dalam skim FLPP ini," tegas Iqbal.
(dru/dnl)











































