Dalam pameran yang berlangsung 23-31 Oktober 2010 tersebut, ada 9 bank syariah yang ikut serta untuk penyalur properti Rp 500 miliar, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, BRI Syariah, BTN Syariah, BNI Syariah, Permata Bank Syariah, CIMB Niaga Syariah, BII Syariah, dan Bank DKI Syariah.
Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menyatakan pembiayaan syariah dalam bisnis properti semakin meningkat. Dalam REI Expo bulan Mei 2010 lalu, lanjutnya, perbankan syariah mampu mencetak transaksi sebesar Rp 356 miliar selama pameran berlangsung. Untuk pameran kali ini, ujar Halim, diharapkan perbankan syariah dapat melakukan transaksi lebih besar lagi, sekitar Rp 500 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Halim, produk KPR perbankan syariah saat ini mulai diminati masyarakat. Layanan perbankan syariah juga semakin luas menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dengan 1.624 jaringan kantor bank syariah yang mewakili 11 Bank Umum Syariah, 23 Unit Usaha Syariah, dan 146 BPR Syariah.
Halim menyatakan dukungan BI untuk mendorong pembiayaan perbankan kepada sektor riil dapat dilihat masyarakat dengan adanya fasilitas Sistem Infomasi Debitur (SID) dalam pameran ini.
"Dengan sistem ini, masyarakat dapat mengetahui kinerja pembiayaannya (credit history) yang merupakan salah satu informasi yang digunakan oleh perbankan dalam menganalisis kelayakan aplikasi pembiayaan," jelasnya.
Dalam pameran tersebut ada 99 pengembang baik di wilayah Jabodetabek, Bandung, Solo, Bali, Balikpapan, Manado, dan Samarinda.
(nia/dnl)











































