Bakrie Life Masih Punya Utang Rp 290 Miliar ke Nasabah

Bakrie Life Masih Punya Utang Rp 290 Miliar ke Nasabah

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2010 08:50 WIB
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Tim Penyelamatan dan Pengembalian Dana Nasabah Bakrie Life (TP2DN) mengungkapkan, hak nasabah yang berupa cicilan pokok pada bulan September 2010 berikut bunga pada bulan Juli sampai September 2010 belum juga dibayarkan.

"Sisa kewajiban Diamond Investa kurang lebih sebesar Rp 290 miliarkepada 250 nasabah dengan dana diatas Rp 200 juta. Nasabah Diamond Investa berharap cicilan pokok September & bunga Juli, Agustus, September 2010 dapat dibayar segera," ujar TP2DN melalui surat elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut TP2DN, nasabah merasa resah jika Bakrie Life tidak menepat janji sesuai dengan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dimana tertulis cicilan harus dibayar tepat waktu.

"Kami berharap untuk pembayaran cicilan pokok dan bunga selanjutnya dapat tepat waktu sesuai SKB karena sebagian besar nasabah hartanya hanya sebesar yang disimpan di Diamond Investa, sehingga kalau manajemen tidak bayar tepat waktu, nasabah menjadi resah," papar TP2DN.

Dihubungi secara terpisah, salah seorang nasabah Diamond Investa Bakrie  Life, Yoseph mengatakan para nasabah masih meyakini jika manajemen akan  membayarkan dana yang memang menjadi hak para nasabah.

"Kami nasabah selalu berdoa, yakin dan percaya Tuhan selalu memberkati Group Bakrie sehingga dapat membayar cicilan pokok dan bunga nasabah. Nasabah percaya komitmen dari manajemen Bakrie Capital Investment (pemegang saham) dan Bakrie Life dalam hal pembayaran, Itu terbukti dengan adanya pembayaran cicilan pokok dan bunga yang sebelumnya," katanya.

Nasabah, lanjut Yoseph juga berharap DPR melalui komisi XI, Bapepam-LK  khususnya Biro Perasuransian dapat mengawasi dan menekan manajemen sehingga pembayaran dana kepada nasabah tetap lancar.

"Supaya manajemen bisa mendapatkan dananya dan mereka bisa membayar nasabah tepat waktu," tukasnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads