Demikian disampaikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (25/10/2010).
BPD pertama yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil meraih pendapatan bunga bersih Rp 1,924 triiun, naik 27,24% dari triwulan III tahun 2009, Rp 1,512 triliun. Sedangkan beban operasional non bunga bersih mencapai Rp 883,511 miliar. Beban ini meningkat 24,38% dari periode sebelumnya, Rp 710,315 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross mencapai 2,01% naik dari September 2009 sebesar 1,2%. Sedangkan kan NPL net turun tipis dari 0,25% menjadi 0,24%.
Return On Asset (ROA) 3,76%, dengan Return On Equtiy (ROE) 31,70%. Rasio pinjaman terhadapat tabungan (Loan to Deposit Rasio/LDR) turun dari 74,9% di September 2009 menjadi 63,6% di September 2010.
Total aset perseroan hingga 31 September 2010 mencapai Rp 41,388 triliun, naik dari triwulan III-2009 Rp 32,364 miliar. Sedangkan total kewajiban dan modal BJBR sebesar Rp 41,388 triliun.
Hingga kini kepemilikan saham perseroan terdiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat 38,26%, disusul kemudian Pemerintah Kabupaten Jawa Barat 23,61%, Pemerintah Kabupaten Banten 7,76% dan Pemprov Banten 5,37%. Dan publik memiliki saham 25%.
Â
Â
(wep/dro)











































