Demikian disampaikan Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Pertumbuhan laba bersih perseroan ini diikuti oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang naik dari Rp 33,717 triliun menjadi Rp 43,029 triliun. Kredit perseroan juga tumbuh 29% menjadi Rp 49,179 triliun di September 2010, dari periode yang sama tahun lalu Rp 38,123 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah Aset perseroan, dari laporan keuangan unaudited per 31 September 2010 tercatat sebesar Rp 63,498 triliun, naik 23,31% dari periode yang sama tahun lalu Rp 51,495 trilliun.
Sementara itu rasio kecukupan modal (CAR) BTN hingga triwulan III-2010 mencapai 16,99% dari 15,15% pada periode yang sama tahun lalu.
Terkait program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FKPP), BTN menyambut baik program tersebut. Pasalnya dengan FLPP bisa mendongkrak kapasitas BTN dalam menyalurkan kredit. Dengan skim baru pembiayaan KPR bersubsidi, pemerintah akan menyediakan 60% sumber pendanaan dalam bentuk penempatan dana di perseroan.
"Ini membawa konsekuensi pada bertambahnya dana yang ada di BTN. Dengan ini BTN memiliki kapasitas yang lebih besar untuk ekspansi kredit, dan membawa peluang yang cukup besar bagi terbukanya peluang bagi masyarakat yang akan memanfaatkan KPR untuk membeli rumah melalui skim FLPP," tegas Iqbal.
(wep/dnl)











































