Demikian disampaikan Direktur BBTN Irman A. Zahiruddin dalam konfrensi pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta Senin (25/10/2010).
"Posisi sampai September telah disalurkan Rp 120 miliar dan diakhir tahun 2010 bisa Rp 200 miliar," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah dalam tiga bulan ke depan bisa dibangun 24 ribu rumah landed dan 2 ribu rumah susun," tegasnya.
Direktur Utama BBTN, Iqbal Latanro pun menyebut FLPP memang menjadi solusi dalam menjawab kesenjangan dana yang sering terjadi selama ini dalam pembiayaan perumahan melalui skim KPR. Progran ini menawarkan tingkat bunga tetap selama 15 tahun, karena dana pemerintah yang ditempatkan di Bank BTN untuk skim ini diberikan bunga yang sangat rendah.
Dengan cost of fund atau biaya dana yang sangat murah, dipastikan suku bunga KPR bagi masyarakat akan sangat rendah. Dari komposisi yang ada, FLPP dapat menekan suku bunga KPR menjadi 8,15% fixed rate selama jangka waktu kredit.
Hingga akhir tahun perseroan juga masih optimis dapat mencatat laba bersih Rp 746 miliar, atau sesuai RKAP yang telah disampaikan perseroan pada wal tahun. Per triwulan III-2010, laba perseroan berada di level Rp 597 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 324 miliar.
"Kita juga akan tetap menjadi level pertumbuhan kredit di 27-30% dalam rangka ekspansi kredit di tahun 2011. Karena ekspektasi inflasi dan bunga kredit masih terjadi plus minus 1%," imbuh Direktur Keuangan BBTN Saut Pardede.
Â
Â
(wep/dro)











































