Demikian hal itu diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadji usai Malam Peduli Konsumen Perbankan di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/10/2010).
"Kredit kan Rp 138,9 triliun (outstanding). Itu tumbuh sekitar 23% dari kredit tahun lalu periode yang sama," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan suku bunga (kredit) yang sekarang, kenaikannya (penyaluran kredit) cukup tinggi. Banyak nasabah yang merasa sekarang lebih baik," katanya.
Secara komposisi, ia menjelaskan, porsi kredit korporasi masih menjadi mayoritas dengan menguasai sekitar 48% dari total outstanding kredit, sementara korporasi menyusul dengan porsi 20%.
Jahja mengatakan, kredit korporasi perseroan itu sudah disalurkan kepada berbagai sektor industri di Indonesia, seperti sektor komunikasi, perdagangan, perkebunan, makanan dan komoditas. Menurutnya, sektor pertambangan masih menjadi primadona penyaluran kredit bank swasta tersebut.
"Sekarang ini penyalurannya cukup merata karena pendapatan per kapita sudah semakin membaik. Sekarang sudah merambah ke Sumatera dan Kalimantan, tidak di pulau Jawa saja," imbuhnya.
(ang/qom)











































