Presiden Direktur Bank BCA, D.E Setijoso mengatakan meningkatnya laba tersebut dikarenakan pencadangan yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Di samping itu pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit di semua segmen.
"Laba bersih BCA selama 9 bulan adalah Rp 6,1 triliun meningkat 20%. Peningkatan tesebut disebabkan kebutuhan provisi di tahun ini lebih rendah dari tahun lalu serta bertumbuhnya kredit di semua segman," ujar Setijoso dalam jumpa pers di Grand Indonesia, Sudirman, Jakarta, Rabu (27/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pencadangan yang menjadi penopang utama laba bersih, Setijoso mengatakan telah terjadi penurunan hingga 94% pada September 2010 menjadi sebesar Rp 135 miliar dari Rp 2,25 triliun pada September 2009.
Namun dari sisi pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA mengalami penurunan hingga 13,6% dari Rp 10,9 triliun menjadi Rp 9,4 triliun. Tetapi dari sisi pendapatan non bunga tercatat naik signifikan sebesar 57,4% dari Rp 3,5 triliun di September 2009 menjadi Rp 5,5 triliun di September 2010.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,1% (yoy) per September 2010 sebesar Rp 262,8 triliun. Selain itu untuk rasio kredit bermasalah (NPL Net) tercatat meningkat dari 0,2 % di September 2009 menjadi 0,3 % di September 2010.
BCA mencatat return on asset (ROA) sebesar 3,5% dan return on equity (ROE) sebesar 32,3%. Sementara untuk rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 14,1%.
(dru/dnl)











































