Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Jumat (29/10/2010).
"Manajemen berhasil melakukan recovery sejumlah aset bermasalah peninggalan manajemen lama sebesar Rp 1,6 triliun. Sebagian besar berasal dari restrukturiasi L/C bermasalah sebesar Rp 779,35 miliar, penyelesaian kredit bermasalah sebesar Rp 341,4 miliar," ujar Maryono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Mutiara akan terus melakukan upaya recovery melalui restructuring, rescheduling, reconditioning dan percepatan pelunasan kredit agar kondisi bank semakin sehat. Kami optimistis jumlah aset bermasalah peninggalan manajemen lama akan dapat terus berkurang di masa-masa kedepan," jelas Maryono.
Dengan adanya recorvery aset bermasalah tersebut, sambung Maryono Bank Mutiara dapat menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan). NPL per akhir September 2010 dapat ditekan di posisi 4,91% (nett). Posisi NPL ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 6,81%.
Maryono mengatakan, rasio likuiditas dan solvabilitas juga terlihat semakin membaik ditunjukkan dengan meningkatnya rasio kecukupan modal (CAR) pada 30 September 2010 sebesar 11,5% jauh lebih baik dari periode 30 September 2009 sebesar 10,43 %.
(dru/qom)











































