Suku bunga kredit perbankan kembali mengalami penurunan dan bunga deposito naik pada minggu ketiga Oktober 2010. Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga dasar kredit (SBDK) rupiah turun 4 bps dan suku bunga deposito rupiah satu bulan menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 3 bps.
Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui pesan elektroniknya di Jakarta, Jumat (29/10/2010).
"SBDK rupiah perbankan turun 4 bps karena 4 kelompok bank menurunkan suku bunganya yakni bank persero, bank swasta, kantor cabang bank asing, dan bank campuran. Penurunan tertinggi pada kelompok bank swasta 9 bps," tutur Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan suku bunga deposito tertinggi pada kantor cabang bank asing sebesar 24 bps. Sedangkan bunga deposito BPD turun 5 bps, sementara bank persero tak mengubah suku bunga depositonya," imbuhnya.
Pada instrumen valas, suku bunga mengalami kenaikan tipis. Jika dilihat per kelompok bank, pergerakan suku bunga yang cukup signifikan terjadi pada kelompok bank swasta yang menaikkan SBDK valas sebesar 5 bps.
Berdasarkan jenis penggunaannya, Difi mengatakan suku bunga kredit konsumsi lebih tinggi dari kredit modal kerja, dan kredit investasi pada semua bank. (dnl/ang)











































