Direktur BTN Purwadi mengungkapkan banjir dan hujan deras dapat mengakibatkan terhambatnya pembangunan rumah baru oleh para pengembang.
"Pada dasarnya banjir dan curah hujan yang semakin sering akan menganggu realisasi pembangunan rumah. Pengembang justru ragu-ragu dalam merealisasikan proyek baru," ujarnya ketika ditemui disela penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dongbu Saving Bank Korea di Kantor Pusat BTN, Harmoni, Jakarta, Senin (01/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debitur berpikir pasti penyelesaian pembangunan rumah akan terhambat dengan adanya curah hujan dan banjir pastinya," katanya.
Namun, dirinya optimistis realisasi kredit baru akan mencapai Rp 20 triliun sampai akhir tahun 2010. "Hal ini didukung dari pengejaran target para pengembang yang sudah melakukan tender lebih dahulu dengan BTN," katanya.
Sampai dengan September 2010 saja, Purwadi mengatakan realisasi kredit baru untuk KPR sudah mencapai Rp 15,4 triliun. "Dalam beberapa bulan kedepan Rp 5 triliun masih dapat direalisasikan sehingga target BTN di awal tahun sebesar Rp 20 triliun akan tercapai," papar Purwadi.
Lebih jauh Purwadi mengatakan, target pertumbuhan kredit BTN sampai akhir 2010 juga sesuai target dimana perseroan mematok angka diatas 20%. "Hal ini didukung juga dengan adanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang diberikan pemerintah," jelasnya.
Menurut Purwadi, pemerintah menyiapkan Rp 1,7 triliun untuk BTN dimana seluruhnya akan segera terserap di akhir 2010. "Maka secara keseluruhan kredit akan tumbuh diatas 20%," imbuhnya.
(dru/qom)











































