Demikian ekonom dari Bank Danamon, Anton Hendranata dalam tinjauan ekonomi bulanannya yang dikutip detikFinance, Kamis (4/11/2010).
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober sebesar 0,06%, atau jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,28%. Inflasi bulanan yang rendah itu menyebabkan inflasi tahunan turun menjadi 5,67% dari 5,8% pada September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu inflasi inti naik sedikit, yaitu 4,19% dari 4,02% pada bulan sebelumnya. Kenaikan inflasi inti ini seiring dengan naiknya harga komoditas dunia terutama emas. Selain itu secara rata- rata tertimbang (REER) nilai tukar Rupiah riil juga mengalami depresiasi. Penguatan Rupiah terhadap Dolar AS tercatat lebih rendah dibandingkan dengan penguatan mata uang negara-negara mitra dagang Indonesia selain AS.
Β
"Melihat perkembangan inflasi sampai saat ini, kami perkirakan inflasi tahun 2010 akan mendekati 6,1%," jelas Anton.
"Selanjutnya, dengan tren inflasi inti yang relatif aman, menurut perkiraan, kami kenaikan suku bunga acuan BI akan mulai terjadi pada kuartal II tahun 2011, terutama bila inflasi inti naik mencapai 5,5% atau bahkan 6%," tambah Anton.
BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur pada hari ini, namun diprediksi akan mempertahankan BI Rate pada kisaran 6,5%. BI sudah menetapkan BI Rate 6,5% sejak 5 Agustus 2009. Keputusan itu diambil seiring inflasi yang semakin melandai.
(qom/qom)











































