Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, banyak instrumen surat utang yang sedang dikaji pemerintah. Beberapa di antaranya adalah Samurai Bond dalam denominasi Yen dan Euro bond yang membidik pasar Eropa.
"Kita belum menentukan jumlah, rinciannya, waktunya. Karena kita setelah ditetapkan defisitnya berapa dan lain sebagainya baru kita tahu jumlahnya. Kalau total sekitar Rp 200 triliun mungkin baru kita tentukan berapa yang domestik, berapa yang internasional, berapa yang ritel, berapa yang non ritel, kira-kira itu. Berapa yang konvensional, berapa yang syariah," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat menyatakan, pemerintah juga tetap melakukan pengkajian terhadap instrumen lain, termasuk Euro Bond. Namun, untuk tahun depan, lanjut Rahmat, pihaknya memastikan belum ada instrumen baru untuk pembiayaan melalui utang.
"Ya itu semua kita kaji, cuma mana yang mau kita terbitkan keputusannya nanti," tukasnya.
(nia/dnl)










































