Secara year on year, surplus neraca perdagangan ini juga mengalami kenaikan hingga 2 kali lipat karena pada triwulan III-2009 mencatat surplus US$ 3,5 miliar.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah mengatakan, kenaikan surplus ini didorong oleh kontribusi positif oleh transaksi berjalan, dan transaksi modal serta finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun transaksi berjalan lebih rendah dari triwulan sebelumnya akibat bertambahnya defisit neraca jasa dan neraca pendapatan.
Sementara transaksi modal dan finansial pada triwulan III-2010 mencatatkan surplus US$ 6,5 miliar, naik dari triwulan sebelumnya seiring dengan meningkatnya arus masuk investasi portofolio dan investasi langsung.
"Kenaikan investasi portofolio dipicu oleh ekses likuiditas di pasar keuangan global dan ketidakpastian prospek ekonomi AS dan Eropa serta imbal hasil investasi di dalam negeri yang relatif lebih menarik dibandingkan negara-negara lain," papar Difi.
Difi mengatakan kenaikan investasi asing langsung juga didorong oleh iklim investasi yang terus membaik dan kondisi makroekonomi yang stabil.
Kemudian kenaikan permintaan investasi di dalam negeri juga mendorong perusahaan swasta untuk mencari tambahan pembiayaan melalui penerbitan obligasi di luar negeri. (dnl/qom)











































