Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi mengatakan pekerjaan rumah yang harus dilakukan ASPI yakni migrasi penggantian kartu debet berbasis chip.
"Pada awal tahun 2010, kita sempat menghadapi tantangan di mana terjadi fraud di kartu debet. Maka salah satu cara yakni dengan mengganti kartu debet menjadi berbasis chip," jelas Budi Rochadi di sela acara peresmian ASPI di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mana yang harus ditambah adalah waktu penerapan dan masa transisi. Untuk itu menjadi tugas ASPI untuk membentuk lembaga key management and sertifikasinya," kata Budi.
Menurutnya, setelah seluruhnya disiapkan maka diharapkan pada triwulan I-2011 migrasi chip sudah bisa dilakukan.
Di tempat yang sama, Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk menjadi ketua Self Regulatory Organization (SRO) sistem pembayaran tersebut mengatakan pengembangan ASPI merupakan gabungan dari 8 asosiasi.
"Ada 8 asosiasi yang membangun ASPI yakni Himbara (Himpunan Bank-Bank Negara), Perbanas (Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Indonesia), Komite Bye Laws, Asosiasi Bank Asing Indonesia , Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, Asosiasi Bank Kustodian dan Asosiasi Pengiriman Uang," ujarnya di sela acara peresmian ASPI di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
Budi Gunadi menjelaskan, asosiasi ini akan berfungsi untuk membantu tugas BI dalam mengatur kelancaran sistem pembayaran sesuai permintaan bank sentral sebelumnya.
Β
"Pada Desember 2009, BI memanggil 8 asosiasi tersebut untuk ikut mengembangkan dan ikut terlibat di sistem pembayaran. Oleh karena itu pada 22 Januari 2010 telah dibentuk tim formatur sebagai konsep penyusunan ASPI," tutur Budi Gunadi.
"Setelah dilakukan beberapa pertemuan akhirnya ke-8 asosiasi tersebut sepakat menunjuk saya sebagai Ketua ASPI. Dan sebagai Wakil Ketua yakni Isbandio dari Komite Bye Laws," imbuh Budi.
Menurutnya, dengan adanya ASPI maka diharapkan tercipta sebuah efisiensi untuk mewujudkan cashless society.
"Di mana ke depan diharapkan ada instrumen-instrumen baru sistem pembayaran seperti sejenis kartu-kartu yang telah ada. Hal ini untuk mewujudkan efisiensi di mana uang kertas nantinya akan lebih sedikit digunakan," paparnya.
(dru/dnl)











































