Demikian disampaikan Budi Gunadi Sadikin, Ketua ASPI yang juga Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam konferensi pers usai pembentukan ASPI di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
"Tentu kami akan menciptakan satu standard dimana nantinya sistem pembayaran bisa murah, aman, efisien dan mudah diakses masyarakat. Contohnya adalah kami akan memulai standarisasi pada ATM," ujar Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita dapat menggunakan 1 ATM untuk bisa melakukan transaksi ke ATM lain atau juga untuk transaksi debit. Standarisasi ini tentu akan memudahkan perputaran atau perbelanjaan dari nasabah sehingga akan memperbaiki perdagangan maupun ekonomi Indonesia," jelas Budi.
Hal lain yang akan dilakukan oleh ASPI adalah membuat teknologi bersifat inklusif yang dapat menjangkau daerah yang selama ini tidak terjangkau. ASPI berharap bisa membuat 2-5 standard per tahun
"Sehingga (standard) itu bisa dipakai bank-bank peserta atau non peserta agar dapat menjadi arahan mereka dalam membangun sistem," katanya.
Ditempat yang sama, Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, ASPI dibentuk untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan nasabah yang mencakup perlindungan nasabah. BI merangkul sejumlah asosiasi seperti Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo, FBAI, ABKI, AKKI dan Komite Bye Law.
"Kalau nanti ada dispute antar anggota, hal ini bisa diselesaikan. Oleh karena itu, kami akan menentukan aturan umum yang diterapkan kepada ASPI. Kami mengharapkan ASPI bisa berkiprah bersama dengan BI menuju suatu kondisi sistem perbankan yang lebih baik," urai Budi.
Menurut Budi, BI dan para asosiasi mencoba menata sistem pembayaran ini agar lebih baik mengingat kedepannya bisa saja banyak pemain asing yang datang.
"Hal ini mengingat berkembangnya pula sistem perbankan di dunia luar. Jika tidak dikembangkan maka mungkin banyak pemain asing yang akan datang. Jadi kami mencoba menata diri sendiri dengan ASPI melalui program yang sesuai dengan tujuan membuat sistem pembayaran lebih baik," imbuhnya.
Mengenai standardisasi sistem pembayaran itu, Budi yakin tidak akan menurunkan kompetensi perbankan.
"Tidak akan menurunkan, ASPI hanya sebatas melakukan penyederhanaan saja. Tapi tentunya melalui tahapan," imbuh Budi Rochadi.
(qom/qom)











































