Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi mengatakan bank sentral berencana untuk menerbitkan desain baru mata uang rupiah jika proses redenominasi disetujui oleh presiden.
"Ya nantilah itu (desain baru) tunggu redenominasi dulu, terakhir untuk sementara ini ya pecahan Rp 10.000 itu," ujarnya dalam wawancara khusus dengan detikFinance di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, setelah dilakukan pembicaraan dengan Presiden dan disetujui maka bank sentral optimistis seluruh proses tahapan redenominasi akan berjalan lancar.
"Kita sih optimistis redenominasi bisa dilakukan seperti negara-negara yang sukses sebelumnya yakni salah satunya Turki," tegas Budi Rochadi.
Lebih lanjut Budi Rochadi mengatakan, persiapan mengenai kajian redenominasi sudah selesai. Terutama lanjut Budi, kajian umumnya.
"Kita sudah siap, bahkan di Direktorat peredaran uang juga sudah ada kajian khusus, kemudian di Hubungan Masyarakat juga sudah ada kajian khususnya sehingga seluruhnya kita siap," paparnya.
Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Redenominasi adalah penyempurnaan nominal rupiah atau dengan kata lain
penyederhanaan mata uang tanpa menghilangkan nilai asli dari mata uang tersebut.
Rencananya, bank sentral akan membahas proses redenominasi kepada Presiden SBY di akhir November 2010. BI mempunyai jadwal setelah disetujui Presiden, dimana dimulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. Redenominasi diharapkan bisa tuntas pada tahun 2022.
(dru/qom)











































